Tak ada sedikitpun benih yang ditanam oleh-Nya melainkan dengan harapan agar kita menjadi manusia yang patuh dan taat pada perintah dan larangan-Nya. Akan tetapi banyaknya buih dan ranjau yang menghamparkan setiap harapan itu seakan membuatnya sirna sedikit demi sedikit.
Sedikit demi sedikit waktu yang bergulir, habis tak terelakan. Namun, apakah akan kita sesali begitu saja? Hingga anggapan tak ada lagi waktu untuk berbenah diri itu musnah tanpa bekas?
Sungguh kehidupan adalah segala bentuk anugerah yang Dia berikan pada setiap makhluk ciptaan-Nya. Dan tak ada harapan selain pada Yang Menciptakan kita ini.
Saya salah satu dari sekian banyaknya makhluk ciptaan-Nya tak sedikitpun memiliki kekuatan dan kedigdayaan yang pantas untuk di banggakan. Berawal dari segumpal darah yang terbuat dari saripati tanah (baca: makanan tanaman), ingin mencoba menyampaikan sedikit ilmu yang telah di anugerahkan oleh-Nya, dan semoga ini tidak lain adalah merujuk pada peng-agungan akan kekuasaan-Nya yang selama ini tak disadari bahkan tak terelakkan.
Kelahiran Juni 1988 Bogor ini, mencoba berbagi pengalaman, pengetahuan dan kemampuan untuk menulis di “dunia yang sebetulnya sudah amat Fana ditambah dengan kefanaan dunia maya” ini. Sungguh tak ada yang lebih baik selain mereka yang mampu mengaktualisasikan dirinya dengan sempurna (walau kesempurnaan tak ubahnya seperti mengharapkan kehadiran matahari di tengah malam), akan tetapi inilah yang perlu diikhtiarkan oleh setiap insan yang beriman dan memiliki akal, sehingga apa yang mereka pikirkan adalah tentang anugerah Yang Mahamencipta dan Mahamengatur alam semesta ini.
Sedikit coretan tentang ungkapan perasaan, pengalaman, pengetahuan dan aktualisasi dari segenap kemampuan diri untuk berbagi dan bersyukur atas rahmat dan anugerah yang diberikan-Nya.
Bandung, …
Radensun